Mizab (Talang Emas Ka’bah)

Tahukah Anda jika dulunya bangunan Ka’bah itu terbuka dan tidak beratap seperti sekarang ini. Namun sejak diadakannya renovasi oleh kaum Quraisy, Ka’bah pun ditutup dengan atap seperti yang sekarang ini kita ketahui.
Saat ini bangunan Ka’bah ditutup dengan dua lapis atap. Permukaan atap bagian atas dilapisi dengan marmer putih lalu dikelilingi pagar tembok yang menyatu dengan tembok pagar Ka’bah setinggi 80 cm dan di atasnya ditancapkan kayu-kayu yang kokoh sebagai tempat mengikatkan tali-tali Kiswah.
Di atap tersebut juga terdapat pintu yang terbuat dari besi baja berukuran 1,27 m x 1 m guna memudahkan petugas untuk naik-turun ke atas atap dalam rangka mencuci dan membersihkan Ka’bah, lewat tangga-tangga didalamnya.
Selain itu ada juga yang disebut dengan Mizab (Talang Ka’bah) yang merupakan saluran air di bagian tembok atas Ka’bah, yaitu berada tepat di ataa Hijr Ismail dan dibuat untuk memperlancar pembuangan genangan air dari atap ketika hujan atau sewaktu proses pencucian Ka’bah.
Tapi tahukah Anda, talang emas ka’bah bukanlah bangunan asli sebagaimana dibangun oleh Nabi Ibrahim? Lantas siapa yang membuatnya? Dalam beberapa referensi sejarah dijelaskan bahwa Talang Emas ini dibangun oleh kaum Quraisy pada tahun ke-35 setelah kelahiran Nabi Muhammad SAW, atau lima tahun sebelum beliau diangkat menjadi Nabi.
Saat Nabi Ibrahim bersama putranya Nabi Ismail mendirikan Ka’bah, beliau tidak membangun atap, sehingga bagian dalam ka’bah bolong dapat langsung melihat ke langit. 
Setelah berjalannya waktu, banyak orang termasuk juga kabilah Quraisy menjadikan ka’bah sebagai tempat aman untuk menyimpan barang berharga. Maka ketika ka’bah direnovasi, kabilah Quraisy mengambil kayu di tepian pantai Jeddah sebagai atap ka’bah. Kayu ini adalah bekas kapal milik Romawi yang rusak dan terdampar di Pelabuhan Jeddah. Kabilah Quraisy juga membuat talang air di sisi Hijr Ismail.
Adapun Talang Ka’bah yang ada saat ini adalah Talang ke-12 sejak pertama kali dibangun.
Talang ini dibangun oleh kesultanan Turki Utsmani (Sultan Abdul Majid Khan) di Konstantinopel/Istanbul, kemudian disempurnakan dengan menambahkan paku-paku di atasnya untuk menghalau burung merpati pada masa kerajaan Arab Saudi, tepatnya oleh Raja Fahd bin Abdul Aziz.
Saat ini Talang Ka’bah memiliki ukuran panjang 1,95 m, tinggi 23 cm dan lebar 26 cm yang terbuat dari bahan tembaga yang dilapisi emas, sehingga sering disebut “Talang Emas”. Keutamaan yang berkaitan dengan Talang Ka’bah. Menurut sebagian ulama’ salaf, bahwa berdoa di bawah mizab (talang) merupakan doa mustajabah.

Komentar